Talkshow Pengenalan Budaya Akademik bersama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Foto bersama kegiatan talkshow pengenalan budaya akademik di Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Bandung, 11 September 2025 โ€“ Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Talkshow bertajuk Pengenalan Budaya Akademik yang bertempat di Aula Gedung F Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Kamis (11/09). Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa baru angkatan 2025 sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya akademik sejak awal masa perkuliahan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Siti Sanah, S.Pd.I., M.Ag., yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Selanjutnya, Dr. Nanang Kosim, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa menyampaikan materi pembuka yang berisi motivasi kepada mahasiswa baru agar mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus serta senantiasa meningkatkan kapasitas diri melalui kegiatan akademik dan non akademik seperti mengikuti kegiatan organisasi, baik intra maupun ekstra kampus.


Memasuki acara inti,
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., menyampaikan materi utama yang sarat dengan motivasi, refleksi, dan wawasan akademik. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa PBA harus menumbuhkan kesadaran penuh bahwa keberadaan mereka di program studi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari takdir terbaik yang Allah SWT tetapkan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak perlu lagi mempertanyakan alasan kenapa saya memilih jurusan ini, melainkan harus menatap ke depan dengan keyakinan, optimisme, serta tekad untuk menjadikan masa studi di Prodi Pendidikan Bahasa Arab ini sebagai jalan meraih kesuksesan di masa yang akan datang.

Dalam pemaparannya, Dekan mengangkat tema besar tentang Education, Future, and Hope, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan. Pendidikan, menurut beliau, tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, pola pikir kritis, dan keterampilan hidup yang akan menentukan posisi mahasiswa di masa depan. Harapan besar bagi mahasiswa baru adalah mampu menjadikan pengalaman belajar di kampus sebagai bekal yang berharga untuk membangun karier, kontribusi sosial, dan pengabdian kepada umat.

Lebih jauh, beliau memperkenalkan teori Maxim’s of Conversation dari H.P. Grice yang menjadi landasan komunikasi efektif dalam dunia akademik. Empat prinsip utama yakni Quantity (menyampaikan informasi secukupnya, tidak berlebihan dan tidak kurang), Quality (menyampaikan kebenaran yang didukung bukti), Relevance (fokus pada topik yang dibicarakan), serta Manner (menyampaikan dengan jelas, teratur, dan menghindari ambiguitas). Menurut beliau, penerapan prinsip ini sangat relevan dalam interaksi akademik, baik dalam diskusi kelas, penulisan ilmiah, maupun komunikasi sehari-hari di lingkungan kampus bahkan di lingkungan masyarakat.

Selain itu, beliau juga mengungkapkan kekagumannya terhadap bahasa Arab sebagai bahasa yang memiliki struktur, keunikan, dan keistimewaan luar biasa. Bahasa Arab, menurutnya, bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga pintu masuk untuk memahami khazanah keilmuan Islam dan peradaban yang kaya. Hal ini menjadi motivasi penting bagi mahasiswa PBA untuk semakin mencintai, mendalami, dan menguasai bahasa Arab dengan sepenuh hati.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa baru angkatan 2025, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi beserta jajaran, serta para dosen PBA. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa baru dapat lebih memahami budaya akademik, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan semangat berorganisasi guna mendukung pencapaian prestasi akademik maupun non-akademik di masa studi mereka.

Scroll to Top