Bandung, 30 September 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk Kuliah Umum dengan tema “Mental Health Awareness: Mahasiswa Bahagia, Prestasi Terjaga”. Acara yang diselenggarakan di Aula Gedung PPG ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PBA yang hadir dengan penuh antusiasme.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tim hadroh PBA untuk mengisi waktu menjelang pembukaan resmi pukul 08.30 WIB. Lantunan shalawat yang merdu mampu menciptakan suasana religius dan penuh khidmat, sekaligus memberikan nuansa semangat kebersamaan di awal acara. Setelah itu, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan penuh penghayatan, sebagai pengingat bahwa setiap kegiatan akademik harus selalu diawali dengan nilai-nilai spiritual.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Siti Sanah, S.Pd.I., M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan kuliah umum sebagai wahana pengembangan wawasan mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa PBA perlu dipersiapkan tidak hanya sebagai akademisi yang unggul dalam bidang keilmuan bahasa Arab, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa di tengah dinamika kehidupan modern.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., yang sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif Prodi PBA dalam menghadirkan tema yang sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. Menurutnya, isu kesehatan mental menjadi tantangan serius di kalangan generasi muda, terutama mahasiswa, sehingga perlu ada ruang diskusi dan edukasi seperti kuliah umum ini untuk memberikan pemahaman dan solusi praktis.
Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu dosen PBA yaitu Bapak Dr. H. Aep Saepurrohman, M.Ag.. Doa tersebut dipanjatkan agar kegiatan berjalan lancar, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta. Sebagai penutup sesi pembukaan, panitia menyelenggarakan sesi dokumentasi bersama yang diikuti oleh seluruh tamu undangan, dosen, dan mahasiswa, menambah nuansa kebersamaan di awal kegiatan ini.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan agenda pembacaan Surat Keputusan (SK) mahasiswa berprestasi dan penyerahan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi prodi terhadap capaian mahasiswa. Dalam kesempatan ini diumumkan penerima penghargaan IPK tertinggi dari tiap angkatan, yakni Muhammad Rafi Abdul Ghani (Semester 3), Muhammad Oleh Solehudin (Semester 5), dan Febrian Suhud (Semester 7). Selain itu, penghargaan khusus atas raihan prestasi kejuaraan tingkat internasional dan juga tingkat nasional diberikan kepada Siti Nafilah Izzaty sebagai Mahasiswa Inspiratif serta Alya Shafira sebagai Mahasiswa Produktif. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Memasuki acara inti, kuliah umum menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Fitriany Juhari, M.Psi., seorang psikolog klinis anak dan remaja, serta Dr. H. Abdul Hadi, M.Ag., dosen senior PBA FTK UIN Bandung. Acara inti ini dipandu oleh moderator Yonan, M.Pd., dosen PBA yang piawai dalam mengelola diskusi akademik.
Dalam pemaparannya, Fitriany Juhari menekankan bahwa kesehatan mental bukan hanya sekadar ketiadaan gangguan jiwa, melainkan sebuah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Ia menjelaskan berbagai dampak negatif yang dapat timbul apabila mahasiswa mengabaikan kesehatan mental, seperti stres berkepanjangan, depresi, penurunan performa akademik, hingga terganggunya relasi sosial. Ia juga menekankan pentingnya membangun resiliensi melalui gaya hidup sehat, dukungan sosial, ibadah, serta keberanian untuk mencari bantuan profesional jika dibutuhkan.
Sementara itu, Dr. Abdul Hadi menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan pondasi penting bagi pencapaian akademik mahasiswa. Beliau menguraikan sejumlah tantangan yang dihadapi mahasiswa, seperti tekanan akademik, masalah finansial, kesulitan adaptasi lingkungan baru, hingga fenomena FOMO (fear of missing out). Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengelola waktu belajar dan istirahat secara seimbang, menjaga pola makan dan tidur, tetap aktif dengan berolahraga, serta menjalin komunikasi yang baik dengan teman dan keluarga. Beliau juga mengingatkan pentingnya layanan konseling kampus dan dukungan komunitas mahasiswa sebagai solusi yang perlu dimanfaatkan oleh mahasiswa ketika menghadapi tekanan psikologis.
Kuliah umum ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Beberapa mahasiswa berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan pengalaman pribadi terkait masalah kesehatan mental yang mereka alami, dan mendapatkan respon serta saran langsung dari narasumber. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental serta kesadaran untuk mencari solusi yang tepat.
Di penghujung kegiatan, moderator menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan mental bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab bersama komunitas akademik. Mahasiswa yang sehat mentalnya akan lebih fokus, termotivasi, mampu menghadapi tantangan, serta lebih sukses dalam bidang akademik maupun sosial. Dengan demikian, kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kesehatan mental dalam menunjang prestasi akademik sekaligus menjaga kebahagiaan hidupnya.
Melalui kegiatan kuliah umum dan pemberian apresiasi kepada mahasiswa berprestasi ini, Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam bidang keilmuan bahasa Arab, tetapi juga dalam aspek mental, sosial, dan spiritual. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi PBA terus berupaya menghadirkan program yang relevan, inspiratif, dan berdampak positif bagi pengembangan mahasiswa.


