Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HM-PS PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk FASIH ARABI (Forum Akademik Sinergi Pendidikan Bahasa Arab) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KABAMA 2026 (Kolaborasi Bakti Mahasiswa) yang dilaksanakan di Aula Desa Karangresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya.
Seminar FASIH ARABI mengusung tema “Inovasi Pengembangan Bahan Ajar Digital yang Berorientasi pada Kurikulum Berbasis Cinta dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Pendidik”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pendidik dan mahasiswa mengenai pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berlandaskan nilai-nilai humanis dan afektif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan check-in panitia sejak pagi hari, dilanjutkan dengan registrasi peserta dan tamu undangan. Acara pembukaan resmi dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh pembawa acara, Azka Azharul Wafa. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum HM-PS Pendidikan Bahasa Arab, Krisna Maulana, menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya forum akademik sebagai ruang diskusi dan penguatan kapasitas pedagogik pendidik.

Agenda inti kegiatan berupa seminar pendidikan yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Nanang Kosim, M.Ag dan Dadan Nugraha, M.Pd. Dalam pemaparannya, Dr. Nanang Kosim, M.Ag membahas secara mendalam konsep Kurikulum Berbasis Cinta, mulai dari landasan filosofis hingga implementasinya dalam proses pembelajaran. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada penguatan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Sementara itu, Dadan Nugraha, M.Pd memaparkan materi terkait pengembangan bahan ajar berbasis digital serta pemanfaatan digitalisasi dalam pembelajaran. Ia menjelaskan berbagai strategi dan pendekatan dalam merancang bahan ajar digital yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era transformasi digital. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas, dan kualitas interaksi belajar mengajar.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Naila Agnia. Pada sesi ini, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi aktif bersama narasumber, khususnya terkait implementasi kurikulum berbasis cinta serta tantangan dan peluang penggunaan bahan ajar digital di lingkungan pendidikan.
Acara FASIH ARABI ditutup pada pukul 12.10 WIB dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Secara keseluruhan, kegiatan seminar pendidikan ini berjalan dengan lancar dan memberikan wawasan baru bagi peserta dalam mengintegrasikan nilai-nilai humanis dan teknologi digital dalam pembelajaran.

Melalui pelaksanaan FASIH ARABI dalam rangkaian KABAMA 2026, HM-PS Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan kompetensi pedagogik serta mendorong inovasi pembelajaran yang berorientasi pada nilai dan kemajuan teknologi.


