Bandung, 28 Februari 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “AI dalam Pelayanan Pendidikan Bahasa Arab dan Al-Qur’an: Studi Kasus Aplikasi Al-Fatihah” pada Sabtu, 28 Februari 2026 melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan akademik ini menghadirkan narasumber internasional dan nasional yang membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Arab dan Al-Qur’an.
Acara seminar dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dipandu oleh Annida F. Fellia selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Azka, yang menambah suasana khidmat dalam pembukaan seminar. Selanjutnya, doa dipimpin oleh Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., yang memohon keberkahan serta kelancaran bagi terselenggaranya kegiatan ilmiah tersebut.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Siti Sanah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya pengembangan keilmuan serta penguatan kolaborasi akademik dalam bidang pendidikan bahasa Arab. Menurutnya, perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan, telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan yang perlu direspons secara inovatif oleh para akademisi dan praktisi pendidikan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa, Dr. Nanang Kosim, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab di era digital. Ia menyampaikan bahwa teknologi modern dapat menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas akses pendidikan bahasa Arab di berbagai kalangan.
Seminar internasional ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Irawan, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik tersebut. Ia berharap seminar ini dapat menjadi ruang diskusi ilmiah yang produktif dalam memperkuat pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang relevan dengan perkembangan teknologi global.

Memasuki sesi inti seminar, diskusi ilmiah dipandu oleh Oman Karya Suhada, S.Pd.I., M.Ed. selaku moderator. Pada sesi ini, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam bidang teknologi pendidikan bahasa Arab.
Narasumber pertama, Prof. Badr Nasir Al-Jabr, memaparkan materi mengenai inovasi teknologi dalam pembelajaran Al-Qur’an bagi penutur non-Arab. Dalam paparannya dijelaskan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan pengembangan aplikasi pembelajaran yang mampu menganalisis suara pengguna, mendeteksi kesalahan bacaan, serta memberikan umpan balik secara langsung. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah aplikasi pembelajaran Al-Fatihah yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat Indonesia membaca surat Al-Fatihah secara benar sesuai kaidah tajwid.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. H. Aep Saepurrohman, M.Ag., menjelaskan berbagai potensi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Arab. Menurutnya, teknologi AI dapat digunakan untuk menciptakan sistem pembelajaran adaptif, menghasilkan materi pembelajaran secara otomatis, serta membantu proses evaluasi kemampuan bahasa peserta didik. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendukung pengembangan keterampilan berbahasa seperti membaca, mendengar, dan berbicara melalui berbagai aplikasi digital.

Para narasumber sepakat bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di era digital. Namun demikian, teknologi tersebut tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat fungsi guru sebagai fasilitator, perancang pengalaman belajar, serta pengelola proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.
Melalui seminar internasional ini, diharapkan para dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan bahasa Arab dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran bahasa Arab yang lebih modern, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.



